Akhlak merupakan identitas hidup yang penting bagi setiap muslim. Islam adalah agama yang sangat mengedepankan akhlak dari pada masalah-masalah lain, karena misi Nabi Muhammad SAW di utus untuk menyempurnakan akhlak. Sabda Nabi: "Aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak".
Akhlak merupakan prinsip yang harus menyatu dalam pribadi setiap muslim dan di internalisasikan dalam setiap langkah hidup. Bahkan dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari, tujuan utamanya adalah untuk membenahi akhlak. Dalam setiap sisi pelaksanaan ibadah, akhlak memiliki keterkaitan yang erat.
Realitas Masyarakat:
Dalam masyarakat kita melihat bahwa kesenjangan yang jauh antara akhlak dengan ibadah telah menghasilkan 2 (dua) tipe manusia.
Pertama :
Manusia yang rajin ibadah tetapi buruk akhlaknya.
Kedua :
Manusia yang berakhlak baik tetapi buruk ibadahnya.
Kedua tipe manusia ini tidak dibenarkan dalam ajaran islam. Tujuan di utusnya Rosululloh SAW adalah membentuk pribadi yang tekun ibadah sekaligus berakhlak mulia. Gambaran pribadi muslim yang demikian dapat kita cermati dalam firman Allah SWT Surat Al Mu'minun: 1-9 yang artinya :
"Sesungguhnya beruntung orang-orang yang beriman, yaitu Khusyu' dalam shalatnya (ibadah), yang berpaling dari perbuatan sia-sia (akhlak), yang menunaikan zakat, yang menjaga kemaluan (akhlak) kecuali kepada para isteri atau sahayanya. Maka mereka tidak tercela. Siapa yang menyimpang dari itu mereka itulah yang melampaui batas, lalu yang memelihara amanah dan janji (akhlak), serta memelihara shalat (ibadah)"
